Tue. Jul 5th, 2022

SPEAKER DAN PRINSIP KERJANYA

1. Sejarah Speaker
Pengeras nada atau loudspeaker elektrik pertama kali dipatenkan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876 yang terpasang pada telepon miliknya. Kemudian diperbaiki oleh Ernst Siemens pada tahun 1877. Pada tahun 1898, Horace Short mengumumkan sebuah desain speaker manfaatkan kompresor hawa yang kemudian dijual kepada Charles Parsons dan mendapat hak paten di Inggris sebelum akan 1910. Perusahaan Victor Talking machine Company plus Pathe telah mengolah records players yang manfaatkan compressed air loudspeaker. Akan tetapi, desain ini masih tidak cukup bagus gara-gara rendahnya kualitas suara.

Pada tahun 1924, Chester W. Rice dan Edward W. Kellogg merubah penyesuaian parameter getaran pokok akibatnya pemindahan proses yang berjalan pada frekuensi yang lebih rendah dibandingkan yang sebelumnya. Kemudian ditemukan pita loudspeaker oleh Dr. Walter H. Schotty dan untuk pertama kalinya speaker selanjutnya manfaatkan elektromagnet supaya nada yang dihasilkan sangat keras Harga speaker

2. Pengertian Speaker
Speaker adalah transduser yang merubah isyarat elektrik ke frekuensi audio bersama dengan langkah menggetarkan komponennya yang berupa selaput. Transduser adalah sebuah alat yang merubah satu wujud energi jadi wujud energi lainnya untuk berbagai target juga pengubhan ukuran atau informasi. Speaker miliki bentuk, fitur, dan ukuran yang berbagai ragam. Sistem pada speaker adalah suatu komponen yang mempunyai isyarat elektronik menyimpannya didalam CD, tapes, dan DVD, lantas mengembalikan kembali ke didalam wujud nada aktual yang bisa kami dengar. Speaker adalah sebuah teknologi fantastis yang memberi pengaruh yang sangat besar pada budaya.

Berdasarkan frekuensi yang dihasilkan, speaker bisa dibagi menjadi:
– Speaker Tweeter, yakni speaker yang membuahkan frekuensi tinggi (2 kHz – 20 kHz)
– Speaker Mid-range, yakni speaker yang membuahkan frekuensi menengah (300 Hz – 5 kHz)
– Speaker Woofer, yakni speaker yang membuahkan frekuensi rendah (40Hz – 1kHz)
– Speaker Full Range, yakni speaker yang bisa membuahkan frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi
– Speaker Sub – Woofer, yakni sepeaker yang membuahkan frekuensi sangat rendah (20 Hz – 200 Hz)
Berdasarkan faedah dan bentuknya, speaker bisa dibedakan menjadi:
1. Speaker Corong
2. Speaker Hi-fi
3. Speaker Handphone
4. Headphone
5. Earphone
6. Speaker Televisi
7. Speaker Sound System (Home Theater)
8. Speaker Laptop

Speaker yang digunakan untuk Sound System Entertainment bisa dibedakan jadi 2 kategori, yaitu:

a. Speaker Pasif (Passive Speaker)
Speaker yang tidak miliki Amplifier (Penguat suara) didalamnya. Sehingga, speaker pasif masih memerluka amplifier untuk bisa membuahkan suara. Level isyarat mesti dikuatkan lebih-lebih dahulu supaya bisa menggerakan speaker pasif. Sebagian speaker yang kami temui adalah speaker pasif.

b. Speaker Aktif (Active Speaker)
Speaker aktif adalah speaker yang miliki amplifier didalamnya. Speaker aktif butuh kabel listrik tambahan untuk menghidupkan amplifier yang terdapat didalamnya.

3. Bagian – Bagian Speaker dan Prinsip Kerjanya

Seperti gambar diatas, speaker terdiri dari beberapa komponen utama yakni Cone, Suspension, Magnet Permanen, Voice Coil, dan Kerangka Speaker. Untuk bisa merubah gelombang listrik jadi gelombang nada yang bisa kami dengar, speaker miliki komponen elektromagnetik yang terdiri dari kumparan yang disebut voice coil. Komponen ini digunakan untuk membuahkan medan magnet dan berinteraksi bersama dengan magnet permanen yang bisa menggerakkan cone speaker maju dan mundur (bergetar).

Gelombang listrik yang lewat voice coil dapat mengakibatkan arah medan magnet beralih secara cepat supaya berjalan tarik menarik dan tolak menampik bersama dengan magnet permanen. Sehingga terjadilah getaran maju dan mundur pada cone speaker yang bisa membuahkan suara. Cone adalah komponen utama speaker yang bergerak. Prinsip kerjanya yakni “ Semaki besar cone speaker, semakin besar pula permukaan yang bisa menggerakkan udara, supaya nada yang dihasilkan speaker juga semakin besar”. Suspension yang ada speaker berguna untuk menarik cone speaker ke posisi semulanya sehabis bergerak maju dan mundur (bergetar).

Pengeras nada atau loadspeaker juga bekerja bersama dengan komitmen bahwa magnet memberi tambahan tipe pada kawat pembawa arus. Keluaran listrik dari pesawat radio atau TV dihubungkan keujung kabel speaker. Kabel speaker dihubungkan internal bersama dengan satu kumparan kawat, yang terpasang ke corong speaker. Corong speaker biasanya terbuat dari lembaran kardus yang kaku dan dipasang sedemikian supaya bisa bergerak maju mundur bersama dengan bebas.

Magnet permanen dipasang segera pada kumparan kawat. Ketika arus bolak balik isyarat audio mengalir lewat kumparan kawat, kumparan dan corong speaker mengalami tipe yang disebabkan oleh medan magnet dari magnet. Sementara arus bolak balik bersama dengan frekuensi isyarat audio, corong speaker bergerak mundur maju bersama dengan frekuensi yang sama, mengakibatkan pertukaran rapatan dan regangan pada hawa di sekitarnya, dan energi nada dihasilkan. Dengan demikian, speaker merubah energi listrik jadi energi suara, dan frekuensi dan intesitas gelombang nada yang dipancarkan bisa merupakan reproduksi yang akurat dari masukan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *