Wed. Jul 6th, 2022

Jenis Investasi untuk Pemula dan Tips Memaksimalkan Keuntungannya

Berbicara tentang type investasi untuk pemula sesungguhnya tidak amat berbeda dengan instrumen untuk mereka yang udah pro.

Tetapi, karena tetap baru memulai, kebanyakan seorang pemula pilih type investasi yang risikonya rendah.

Tapi, tidak menutup kemungkinan kecuali seorang pemula, segera ingin pilih type investasi yang berisiko tinggi.

Walaupun pemula, anda tetap senantiasa mampu kok pilih instrumen apa saja, menjadi dari reksadana, sampai properti.

Perlu anda ingat kecuali kunci utama di dalam melaksanakan investasi sehingga sukses adalah jangan dulu berasumsi sepele perihal kecil sekalipun.

Hal kecil mampu berdampak besar terhadap keuntungan investasi kamu, dan sebaliknya mampu membuat kerugian portal-uang.com .

Pada artikel ini, kami bakal mengupas tidak hanya type investasi yang sesuai untuk pemula, namun terhitung menolong anda bagaimana langkah melaksanakan investasi sehingga sukses membuahkan keuntungan.

Jenis-Jenis Investasi untuk Pemula
Pertama, mari ketahui dahulu himbauan instrumen investasi dari KoinWorks yang menurut kami mampu dilakuan oleh pemula sekalipun.

Investasi Reksadana
Reksadana adalah investasi yang sesuai dijadikan alternatif untuk pemula, terutama kecuali anda tak punyai banyak sementara dan juga keahlian untuk menghitung risiko atas investasi yang dijalankan.

Nilai minimal untuk turut dan juga di dalam investasi reksadana pun mayoritas terbilang rendah, yaitu menjadi dari Rp 100.000.

Ada banyak type reksadana yang mampu diikuti, menjadi dari pasar uang, penghasilan tetap, reksadana saham, obligasi, sampai reksadana campuran.

Yang membedakan beberapa type reksadana ini adalah type produknya. Namun, secara umum reksadana menganut konsep yang sama.

Yaitu, reksadana adalah paduan beberapa produk yang dipilih oleh manajer investasi.

Katakanlah, anda membeli satu produk reksadana saham. Berarti, aset investasi reksadana yang anda punyai berbentuk beberapa produk saham dari beberapa perusahaan yang dipilih oleh manajer investasimu.

Berbeda halnya dengan ketika anda membeli saham satuan non-reksadana, yang bermakna anda hanya membeli satu saham dari satu perusahaan pilihanmu sendiri.

Sebelum menjadi investasi pastikan anda pelajari langkah investasi reksadana sehingga paham rangkaian investasi yang bakal anda jalani.

Dana investasi yang anda alokasikan nantinya bakal ‘dimainkan’ oleh Manajer Investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat.

Jangan lupa untuk baca terhitung prospektusnya dan pahami seluk-beluk di baliknya.

Cara Investasi Reksadana
Ada dua langkah yang mampu anda lakukan, yaitu segera beli lewat bank tertentu, atau platform yang melayani investasi reksadana.

Sebagai pemula, kami anjurkan anda untuk melaksanakan pembelian reksadana secara online, karena lebih gampang dilakukan.

Berikut caranya:

Pilih platform penyedia layanan investasi reksadana yang seusai dengan kebutuhan kamu. Sekarang ini udah banyak lho, layanan yang mampu diakses lewat aplikasi ponsel.
Registrasikan information diri sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap layanan reksa dana yang anda pilih. Biasanya anda harus memasukkan information diri sampai upload foto KTP.
Mendaftarkan rekening bank punya teristimewa yang mampu digunakan untuk mengirim dana ketika berkenan membeli reksadana dan sebagai rekening tujuan untuk mengirimkan dana hasil penjualan reksadana.
Melakukan deposit dana ke platform yang digunakan.
Memilih type reksadana yang sesuai dengan profil risiko kamu.
Masukkan kuantitas duwit yang ingin anda investasikan (biasanya kelipatan Rp100.000).
Lengkapi form yang disediakan.
Jangan lupa baca syarat & ketentuan dan juga prospektusnya.
contoh halaman depan prospektus
Contoh Halaman Depan Prospektus (Source: Bareksa)
Biasanya anda bakal diminta untuk klik tombol konfirmasi, baru mampu melanjutkan pembelian.
Proses pembelian kebanyakan memakan sementara 1 – 3 hari dan libur di luar jam kerja.
Apabila anda udah menjadi berinvestasi, nantinya anda bakal akrab dengan arti Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sesungguhnya memadai mudah.

Ilustrasi

NAB untuk A seharga Rp 1.500. Maka andaikan anda membeli 1.000 UP, anda bakal membelinya dengan harga Rp 1.500.000.

Di akhir tahun, andaikan NAB untuk A naik jadi Rp 2.000.000, maka anda untung Rp 500.000.

Bila NAB turun jadi Rp 1.100.000, bermakna rugi Rp 400.000.

Rekomendasi yang paling tepat ketika NAB turun di akhir tahun adalah jangan menjualnya terutama dahulu sehingga anda mampu meredam kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *