Tue. Aug 9th, 2022

Tips Memilih Tempat Hosting

Proses pembuatan website tidak selesai sebelum website yang kita bikin mampu diakses oleh orang lain. Saat kita menyebabkan website, versi awal website yang kita bikin cuma mampu diakses di computer lokal agar yang mampu melihatnya cuma kita sendiri atau orang yang berada di jaringan lokal yang sama (wifi/kabel). Proses pembuatan website belum selesai hingga website yang kita bikin mampu diakses oleh orang lain.

Web hosting adalah sarana usaha yang menyediakan daerah untuk menyimpan file-file website kita dan sangat mungkin orang lain untuk mengaksesnya berasal dari mana pun di belahan dunia ini. Ada banyak sekali perusahaan website hosting yang tersedia agar selagi pembaca selesai menyebabkan website kemungkinan bakal memakan selagi didalam memilih daerah hosting yang sesuai.

Banyak perihal yang mesti kita pertimbangkan didalam memilih website hosting. Oleh sebab itu, artikel ini bakal membicarakan faktor-faktor yang mesti dipertimbangkan didalam memilih website hosting mana yang bakal dipilih.

Beberapa Jenis Hosting yang Perlu Diketahui kabarpertiwi.com
Sebelum mulai memilih sarana website hosting, ketahui khususnya dulu beberapa jenis hosting yang kebanyakan digunakan oleh para webmaster. Umumnya tersedia tiga jenis hosting yang ditawarkan, yaitu shared hosting, VPS, dan dedicated server.

Shared Hosting
Shared hosting *merupakan jenis hosting yang kebanyakan dipakai untuk website spesial (blog), sekolah, profil perusahaan (*company profile), organisasi, atau toko online menengah ke bawah. Shared hosting merupakan jenis hosting dengan ongkos paling murah. Tersedia pilihan paket sarana seharga belasan ribu per bulan hingga lima puluh ribuan.

Kenapa mampu shared hosting benar-benar murah? Hal ini sebab kita berbagi proses dengan ratusan atau ribuan pengguna lain. Dengan dibaginya proses server dengan banyak orang, harganya jadi lebih rendah. Namun, sebab dibagi dengan begitu banyak pelanggan, kadang waktu performa website kita bakal alami penurunan seiring dengan pertambahan kuantitas pengguna dan meningkatnya operasi yang dijalankan oleh website kita.

Virtual Private Server (VPS)
Virtual Private Server atau yang lebih dikenal dengan singkatan VPS adalah jenis sarana yang jadi jembatan pada shared hosting dengan dedicated hosting. Di proses VPS, satu server masih dibagi untuk beberapa pelanggan. Tapi bedanya, jika di shared hosting kita berbagi dengan ratusan apalagi ribuan, di VPS kita cuma berbagi dengan beberapa orang saja.

Analoginya layaknya ini, di shared hosting kita memiliki satu proses Windows dengan beberapa user. Di proses Windows ini kita memiliki aplikasi-aplikasi yang sama (Office, Chrome, Firefox, dll.) tetapi file dokumennya disimpan di folder yang tidak sama cocok dengan username yang dibuat. Saat berbagi proses Windows, kita kadang waktu tidak mampu memasang aplikasi spesifik tanpa izin Administrator (kecuali jika fitur ini memang dimatikan). Begitu pula dengan shared hosting di mana kita cuma mampu menggunakan sarana yang sudah di sajikan dan tidak mampu tingkatkan sarana yang aneh-aneh hosting gratis .

Sementara itu untuk VPS, kita diberikan sebuah virtual machine atau proses computer virtual di mana kita memiliki proses sendiri yang terisolasi berasal dari yang lain. Jika kita ikuti analogi Windows di atas, VPS ini layaknya virtual machine yang tersedia di aplikasi, andaikan VirtualBox atau VMWare. Sistem yang kita dapatkan benar-benar proses yang utuh di mana kita bebas untuk memasang aplikasi apa saja (bahkan memformat sistem) sebab apa yang kita lakukan tidak berpengaruh terhadap pelanggan lain.

Kebebasan yang dimiliki oleh VPS dibayar dengan harga yang lebih mahal dibanding shared hosting. Paket VPS yang paling murah berkisar di 100 ribuan hingga dengan satu jutaan.

Dedicated Server

Jika shared hosting dan VPS masih berbagi resources dengan pengguna lain, maka sebuah dedicated server benar-benar menambahkan satu computer (bukan virtual) untuk kita menggunakan sebagai daerah menyimpan proses websitenya. Karena yang kita dapatkan adalah satu computer utuh, maka kita memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk mengelola bagaimana server ini didalam menghosting website kita. Kita terhitung mampu menyesuaikan proses keamanan, load balancer, firewall, dan sebagainya.

Karena dedicated server benar-benar computer utuh, maka performa yang dihasilkan jauh melebihi VPS apalagi shared hosting. Biasanya website yang menggunakan dedicated server adalah website yang sudah memiliki pengunjung/pelanggan yang benar-benar besar dengan banyak operasi.

Fitur-fitur yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ketika Memilih Web Hosting
Garansi Uptime
Apa yang dimaksud dengan uptime?

Uptime adalah kadar selagi server terjadi (tidak didalam kondisi mati). Uptime adalah keliru satu langkah untuk lihat apakah sebuah website hosting layak dibeli atau tidak. Jika uptime sebuah website hosting rendah, maka itu berarti proses mereka kerap mati agar website kita tidak bakal mampu diakses. Dengan kadar uptime yang tinggi berarti website kita bakal hampirselalu mampu diakses dengan selagi down yang minimal. Contohnya besaran uptime yang diberikan oleh hostinger.co.id. Pelanggan diberi uptime 99.9% yang menanggung performa paling baik untuk website Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *