Tue. Jul 5th, 2022

Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Panduan Lengkapnya

Banyaknya usaha berbentuk UKM maupun UMKM bermunculan di berbagai lapisan masyarakat.

Memang, sangat baik miliki usaha di era saat ini ini. Selain mampu membantu pemenuhan kebutuhan finansial keluarga, berbisnis termasuk mampu menambah perekonomian negara, lho!

Walaupun begitu, bukan berarti keberadaan bisnis-bisnis tersebut tidak mengakibatkan risiko dari segi ekonomi pemerintah (baik pusat maupun daerah).

Baca juga: Cara Daftar, Bayar, dan Lapor Pajak Penghasilan (PPh Final) untuk Pelaku UMKM Jasa OSS

Berbagai permasalahan terasa dari terdapatnya usaha liar sampai pajak yang tidak dibayarkan oleh perlu pajak pemilik usaha. Tidak terdapatnya perhatian lebih pada standar mengolah yang baik mampu merugikan negara, pekerja, dan juga konsumen.

Lalu, apa yang perlu dikerjakan pemerintah dan penduduk untuk menangani perihal ini?

Agar pemerintah pusat maupun daerah mampu memantau dan berikan fasilitas kepada seluruh UMKM, penduduk perlu mendaftarkan usaha mereka dengan sebabkan SIUP.

Simak ulasannya tersebut ini untuk paham lebih banyak berkenaan cara sebabkan SIUP.

Hal pertama yang perlu diketahui yakni berkenaan “Apa itu SIUP?” beserta faedah dan jenis-jenisnya.

Kepanjangan dari SIUP adalah Surat Izin Usaha Perdagangan. Menurut Permendag Nomor 36 Tahun 2007 (1), Surat Izin Usaha Perdagangan yang selanjutnya disebut SIUP adalah surat izin untuk mampu jalankan kesibukan usaha perdagangan.

Secara lengkap, SIUP merupakan bukti izin yang perlu dimiliki oleh tiap tiap orang atau badan usaha yang jalankan kesibukan perdagangan, baik usaha kecil, menengah, maupun besar.

Pada pasal 2, dijelaskan arti perdagangan yakni kesibukan usaha transasksi barang/jasa meliputi jual beli, sewa beli, sewa menyewa yang dikerjakan secara berkesinambungan dengan target pengalihan hak atas barang/jasa dan disertai dengan imbalan/kompensasi.

BACA JUGA:
9 Cara Meningkatkan Cita Rasa Kopi, Dijamin Bikin Nagih!
5 Bisnis yang Cocok untuk Anda yang Memiliki Gaji Pas-Pasan
Dasar hukum sebabkan SIUP bagi pemilik usaha terdapat pada Peraturan Menteri Perdagangan No. 36/M-DAG/PER/9/2007 berkenaan Penerbitan SIUP. Serta, perubahannya tersedia pada Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009.

Di samping itu, tersedia pula basic hukum lainnya yakni Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.289/MPP/Kep/10/2001 berkenaan Ketentuan Standar Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan.

I. Manfaat SIUP
SIUP digunakan sebagai alat pemerintah untuk mendata badan usaha perdagangan secara lebih efisien dan lebih mudah.

Tidak cuma untuk pemerintah, surat izin ini termasuk miliki faedah yang mampu dirasakan oleh pemilik usaha/bisnis, yakni sebagai:

Perizinan formal – Dengan terdapatnya bukti atas izin formal dan legalitas dari pemerintah, itu berarti anda miliki pertolongan hukum yang kuat.
Syarat utama untuk mengajukan utang modal usaha – Ketika hendak meminjam dana ke perusahaan perbankan, anda perlu SIUP sebagai beberapa syarat utama.
Pendukung kesibukan ekspor dan impor – surat izin ini mampu membantu kesibukan usaha kamu, termasuk di dalam perihal perdagangan Internasional berkaitan kesibukan ekspor dan impor.
Peningkat kredibilitas – Usaha anda akan makin diakui dan dipercaya oleh penduduk terkecuali anda miliki bukti izin usaha, supaya penjualan pun ikut meningkat.
II. Jenis-Jenis SIUP
Adanya keberagaman skala usaha, menjadikan Surat Izin Usaha Perdagangan ini terbagi jadi sebagian tipe yang didasari atas besarnya modal dan kekayaan badan usaha.

SIUP Mikro – Memiliki modal dan aset tidak cukup dari Rp50 juta.
SIUP Kecil – Memiliki modal dan aset lebih dari Rp50 juta s/d Rp500 juta.
SIUP Menengah – Memiliki modal dan aset lebih dari Rp500 juta s/d Rp10 miliar.
SIUP Besar – Memiliki modal dan aset lebih dari Rp10 miliar
III. Kewajiban Memiliki SIUP
Setiap usaha sebetulnya perlu miliki Surat Izin Usaha Perdagangan, tapi bukan berarti tidak tersedia pengecualian layaknya yang diatur di dalam Permendag Nomor 46 Tahun 2009.

Kewajiban miliki SIUP yang terdapat pada pasal 2 ayat 1, dikecualikan terhadap:

Perusahaan/badan yang jalankan kesibukan usaha di luar sektor perdagangan.
Cabang atau perwakilan perusahaan yang di dalam menjalankan kesibukan usaha perdagangannya mengfungsikan SIUP perusahaan pusat.
Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.
Perusahaan mikro dengan kriteria:
Usaha perseorangan dan CV (Persekutuan Komanditer)
Kegiatan usaha yang dikerjakan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.
Mempunyai aset atau kekayaan bersih maksimal Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan daerah usaha.
Keuntungan perusahaan cuma cuman untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Surat izin usaha ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah (sesuai domisili pemilik atau penanggung jawab perusahaan), lantas diberi izin oleh menteri/pejabat yang berwenang.

SIUP diberikan kepada para pengusaha/pebisnis, baik yang berbentuk perusahaan perorangan, firma, CV, PT, Koperasi, sampai BUMN.

Untuk perusahaan kecil dan menengah, surat izin dikeluarkan oleh Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Daerah Tingkat II atas nama Menteri.

Sedangkan perusahaan besar, surat izin dikeluarkan oleh Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Daerah Tingkat I atas nama Menteri.

Baca juga: 5 Kebiasaan Baik Mengatur Keuangan Bisnis ala Pebisnis Sukses di Amerika

#2 Syarat dan Dokumen untuk Membuat SIUP
Syarat dan Dokumen Pembuatan SIUP
Dalam mendaftar dan mengurus SIUP, diperlukan dokumen/berkas yang digunakan sebagai syarat administrasi. Persyaratan ini dibedakan cocok dengan tipe usaha yang dijalankan.

I. Perseorangan
Fotokopi KTP pemilik atau penanggung jawab perusahaan.
Fotokopi NPWP perusahaan.
Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari pemerintah daerah cocok domisili, berlaku bagi kesibukan usaha yang diatur di dalam ketentuan Undang-Undang.
Neraca perusahaan.
II. Koperasi
Fotokopi KTP Dewan Pengurus Koperasi atau Dewan Pengawas Koperasi.
Fotokopi NPWP.
Fotokopi Akta Pendirian koperasi.
Daftar lapisan Dewan Pengurus Koperasi dan Dewan Pengawas Koperasi.
Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
Neraca koperasi.
Materai Rp6.000.
Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.
Izin lain yang terkait, layaknya AMDAL dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan daerah (jika perusahaan membuahkan limbah).
III. Perseroan Terbatas (PT)
Fotokopi KTP Direktur Utama, Penanggung Jawab Perusahaan, atau pemegang saham lain.
Fotokopi KK, terkecuali penanggung jawab perusahaannya wanita.
Fotokopi NPWP.
Surat Keterangan Domisili (SKD) atau Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
Fotokopi Akta Pendirian PT yang sudah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum yang didapat dari Menteri Hukum dan HAM.
Surat Izin Gangguan (HO).
Materai Rp6.000.
Izin Prinsip.
Izin teknis dari lembaga terkait, terkecuali diminta.
Neraca perusahaan.
Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.
IV. Perseroan Terbuka (Tbk)
Fotokopi KTP Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha.
Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebelum saat jadi PT.
Fotokopi Akta Notaris untuk Pendirian dan Perubahan Perusahaan, Surat Persetujuan Status PT jadi Tbk dari Departemen Hukum dan HAM.
Surat Keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal, bahwa perusahaan berkaitan sudah jalankan penawaran lazim secara luas dan terbuka.
Fotokopi STP-LKTP (Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan.
Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.
Sewaktu-waktu mampu saja tersedia pergantian atau menambahkan beberapa syarat dari lembaga berkaitan di dalam pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

BACA JUGA:
Ragam Resep dan Olahan Ketupat untuk Memulai Bisnis
Anjak Piutang: Pengertian, Jenis dan Manfaatnya
#3 Cara Membuat SIUP
Cara Membuat SIUP
Cara sebabkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) tidak sangat sulit. Pasalnya, tidak jauh tidak serupa dengan pengurusan surat izin usaha lainnya, SIUP mampu dibikin di Kantor Dinas Perdagangan tingkat kabupaten atau di Kantor Pelayanan Perizinan.

Atau, anda mampu termasuk singgah ke Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). Nah, anda cuma perlu mempunyai berkas beberapa syarat berbentuk dokumen-dokumen cocok dengan tipe usaha yang anda miliki, lalu jalankan tahapan cara sebabkan SIUP tersebut ini.

I. Mengambil Formulir Pendaftaran
Kamu mampu beroleh formulir pendaftaran atau surat pernyataan di Kantor Dinas Perdagangan. Maka, anda mampu segera singgah ke wilayah tersebut sekaligus mempunyai berkas-berkas yang diperlukan (supaya tidak bolak balik).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *